Santo Dominikus dikenal memiliki 9 (sembilan) cara berdoa yang menarik. Sahabat-sahabat Santo Dominikus melihatnya menggunakan 9 gerakan (postur atau gestur) ketika berdoa. Mereka juga melihatnya mendoakan kata-kata dalam Kitab Suci.



Santo Thomas Aquinas mengajarkan bahwa gerakan dan sikap tubuh tertentu dapat mengatur kita untuk berdoa, dan sebaliknya, doa yang mendalam dalam meluap-meluap dalam gerakan tubuh. Dalam buku "On Praying With the Body, According to St. Dominic" (Berdoa dengan Tubuh, Menurut St. Dominikus) Sr. Catherine Aubin mengatakan ketika seseorang mengasihi, kasih tersebut terwujud dalam gerakan, kata-kata, senyuman. Hal ini juga berlaku dalam doa.

Memang, beberapa gerakan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi di masa Santo Dominikus hidup yang menganggap bahwa tubuh adalah materi yang buruk sedangkan roh atau jiwa adalah sesuatu yang baik. Ajaran Gereja adalah bahwa tubuh dan roh merupakan satu kesatuan yang baik dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Berikut ini 9 cara St. Dominikus berdoa.



1. MEMBUNGKUK, kerendahan hati

Dalam tradisi Dominikan, ada tiga gerakan membungkuk:
- menundukkan kepala
- membungkuk dari bahu
- membungkuk dalam dari pinggang

Ketika Santo Dominikus menundukkan kepala, ia memikirkan kepala Kristus yang tertunduk di kayu salib. Ia merendahkan dirinya di hadapan Kristus yang dipermalukan pada salib, dan saudara-saudara seordo akan mendengar ia berdoa:
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku." (Mat 8:8)
"Aku sangat tertindas, ya TUHAN." (Mazmur 119:107)
“O, Tuhan, Allah, doa orang rendah hati dan lemah lembut selalu menyenangkan-Mu.” (Ydt 9:16)

Santo Dominikus mengajarkan saudara-saudara seordonya untuk merendahkan diri mereka di hadapan Kristus yang tersalib dan untuk merendahkan diri mereka di hadapan Tritunggal Mahakudus ketika mereka mendaraskan doa Kemuliaan.

Cara Doa Satu

2. TELUNGKUP, belas kasih

Santo Dominikus berbaring telungkup dengan muka menghadap tanah. Ia mengambil postur ini ketika mengalami kesedihan luar biasa, dan ia menangis. Kadang-kadang terdengar suara cukup keras ketika ia berdoa, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." (Luk 18:13)

Santo Dominikus berdoa dengan seluruh tubuhnya.
Beginilah bagaimana Santo Dominikus mengajarkan saudara-saudaranya untuk berdoa memohon belas kasih Allah.
Ia juga menasihati, "Jika engkau tidak dapat menangisi dosa-dosamu, menangislah bagi dosa-dosa orang lain."
Dengan cara ini, Santo Dominikus memohon belas kasih Allah bagi semua orang.

Cara Doa Dua



3. TINDAKAN DISIPLIN, mendisiplinkan diri

Cara yang ketiga ini dimaksudkan sebagai pertobatan. Cara ini perlu dikaitkan dengan situasi di masa St. Dominikus hidup, sehingga di masa kini, cara ini kurang diterima.

Cara doa yang ketiga dilakukan dengan memukulkan kayu atau tongkat pada bahu, sembari membungkuk dan mengucapkan, "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!" (Mzm 51) Atau "Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku." (Mzm 130)

Pukulan dilakukan dalam upaya pertobatan bagi kesalahan-kesalahan diri sendiri dan orang lain.

Cara Doa Tiga



4. BERLUTUT

Pandangan Santo Dominikus tertancap pada salib. Ia berulang-ulang berlutut di hadapan Kristus yang tersalib, kemudian bangun, dan berlutut lagi.

Ketika melakukan gerakan ini, Santo Dominikus merasakan kepercayaan yang besar dalam belas kasih Allah terhadap dirinya, saudara-saudaranya, dan semua orang berdosa. Kadang-kadang terdengar ia bergumam, "Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku." (Mzm 28:1)

Terkadang ia berlutut dalam diam dan tampak sukacita besar membuatnya meneteskan air mata. Lalu sekali lagi ia berdiri dan berlutut lagi. Ini menjadi bentuk penyembahan paling intim dan personal bagi Santo Dominikus.

Santo Dominikus, kadang-kadang disebut sebagai "atlit Kristus", berdoa dalam cara yang membebani secara fisik dan disiplin fisik, dan ia berdoa dalam sukacita dan kelincahan.

Cara Doa Empat



5. TANGAN TERBUKA DI DADA

Santo Dominikus berdiri dengan tangan terbuka di hadapannya seperti sedang membaca buku. Dikatakan bahwa ia berdiri dengan posisi demikian seperti sedang membaca keberadaan Allah.

Ia sesekali mengatupkan kedua tangannya, pada saat lain ia mengangkat tangannya seperti yang dilakukan seorang imam dalam liturgi. Hal ini tampak seperti Dominikus berdiri sebagai nabi yang berbicara dengan Allah, mendengarkan dalam-dalam jawaban Allah, lalu memikirkan dengan khusyuk apa yang telah dinyatakan kepadanya.

Cara Doa Lima



6. POSISI SALIB

Santo Dominikus berdiri dengan tangan direntangkan, dalam bentuk salib. Ia berdoa dalam cara ini dalam penantian mukjizat yang akan dilakukan oleh Allah. Cara ini pernah dilakukannya ketika seorang anak dibangkitkan dari kematian.

Santo Dominikus tampaknya mengerti maksud Allah untuk mendatangkan kehidupan baru dari kematian salib. "Aku menadahkan tanganku kepada-Mu. ... Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN!" (Mzm 143:6,7)

Cara Doa Enam



7. TANGAN LURUS TERANGKAT TINGGI

Santo Dominikus terlihat berdoa dengan mengangkat tangannya di atas kepala, entah kedua tangan dikatupkan atau sedikit terpisah, seolah-olah akan menerima sesuatu dari surga. Dalam cara ini, Santo Dominikus mengakui bahwa semua kebaikan datang dari Allah.

Dalam postur ini, Santo Dominikus tampak masuk dalam kebahagiaan, dan ketika tersadar, terdengar ia berdoa, "Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus." (Mzm 28:2)

Cara Doa Tujuh



8. BACAAN REFLEKSI

Santo Dominikus akan pergi ke tempat yang sunyi dan duduk di depan meja, menandai dirinya dengan tanda salib, dan mulai membaca buku.

Segera ia tampak seperti sedang mendiskusikan sesuatu dengan seorang teman; kadang mendengar dengan tenang lalu berdiskusi dan berdebat, lalu tertawa dan menangis, lalu membungkuk dan ketika berbicara sambil memukul-mukul dadanya. Seolah-olah Santo Dominikus menemukan Allah dari kata-kata yang ia baca.

Cara Doa Delapan



9. BERJALAN-JALAN DALAM KESENDIRIAN

Ketika Santo Dominikus berjalan kaki dari kota ke kota, ia akan mengasingkan diri dari mereka dan berjalan sendiri. Ini adalah waktu meditasi bagi Santo Dominikus untuk merenungkan Kitab Suci dan bergaul dengan Roh Kudus.

Mengenai perjalanan panjangnya sendirian, ia mengutip Kitab Hosea, "Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya." (Hos 2:13) Dalam cara ini, St. Dominikus mempersiapkan kotbahnya.

Cara Doa Sembilan

(S. Chris Broslavick, OP)

 

Download
Aplikasi Play Store
Doa Ofisi (Brevir)

 

Dominikan.Id © 2018