Bagaimana Santo Dominikus Membangkitkan Putra Seorang Janda Dari Kematian?

Published by

Date

Seorang janda, penduduk Roma dari keluarga Buvallsco, bernama Lady Tuta dari Pensilio, sangat menghormati Bapa Dominikus. Dia hanya memiliki seorang anak, dan anak itu sakit sekali. Suatu hari ketika Beato Dominikus berkotbah di kotanya di dalam Gereja St. Markus, wanita ini, memiliki keinginan kuat untuk mendengar Sabda Allah darinya, meninggalkan anaknya yang sakit di rumah dan pergi ke gereja dimana Bapa Dominokus sedang mewartakan Sabda Allah.
Setelah selesai, ia pulang ke rumah dan menemukan anaknya sudah meninggal. Meskipun dipenuhi duka, ia berhasil menyembunyikan dukanya dalam keheningan dan mempercayai kuasa Tuhan dan perantaraan doa Bapa Dominikus. Ia memanggil pelayan-pelayannya dan membawa anaknya yang sudah meninggal, melakukan perjalanan ke gereja San Sisto, dimana Bapa Dominikus sedang tinggal bersama saudaranya.
Ketika ia masuk, Ia menemukan Bapa Dominikus berdiri disamping pintu aula seakan-akan sedang menunggu seseorang. Melihatnya, ia meletakkan anaknya dikakinya dan berlutut di hadapannya, sambal memohon kepadanya dengan tangisan untuk memulihkan anaknya. Bapa Dominikus, tergerak karena dukanya begitu dalam, mundur sedikit dan berdoa sejenak. Kemudian ia berdiri dan mendekati anaknya, membuat Tanda Salib diatasnya. Kemudian ia mengangkat tangannya, Ia memberdirikan anak itu dalam kondisi hidup dan sehat dan memberikannya kepada ibunya dan memintanya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.
Tetapi wanita itu dengan senang sekali memberitakan apa yang terjadi padanya dan kepada anaknya supaya cerita ini sampai Bapa Suci, yang ingin menyatakan mujizat ini kepada semua orang di khotbah umum. Tetapi Bapa Dominikus yang begitu mencintai dan ingin menjaga kerendahan hatinya, menyangkal dan menyatakan jika ia melakukannya, ia akan pergi dari situ dan pergi ke seberang lautan. Takut akan hal ini, Bapa Suci berjanji untuk merahasiakannya.
Tuhan berkata dalam Injil-Nya bahwa siapapun yang merendahkan dirinya akan ditinggikan dan yang biasa meninggikan hamba-hamba-Nya melawan niat dan rencana mereka, sehingga bangkit devosi umat untuk menghormati Bapa Dominikus hingga mereka mengikutinya kemanapun ia pergi seakan-akan ia seorang malaikat dan menggangap mereka terberkati apabila mereka bisa menyentuhnya atau mendapatkan bagian dari pakaiannya sebagai relikui. Inilah kenapa mereka memotong dari kerudung dan jubahnya sehingga panjangnya tidak mencapai lututnya.

Ketika saudara-saudaranya melarang ini, kepala biara yang terberkati, bersimpati dengan devosi mereka mengatakan “Biarkanlah mereka melakukan itu untuk memuaskan devosi mereka.” Mereka yang menyaksikan mukjizat hebat ini adalah Saudara Tancred, Saudara Otto, Saudara Henry, Saudara Gregory, Saudara Albert dan banyak orang lain yang kemudian memberikan keterangan kepada Sr. Cecilia, yang ketika saat itu tinggal di pertapaan St. Mary di Tempulo dengan beberapa suster lainnya.